Sosialisasi KKP/PI dan Skripsi Program Studi Sistem Informasi Dipenuhi Mahasiswa Tingkat Akhir

Sabtu, 7 Juli 2018, bertempat di ruang 4/6 lantai 2 Gedung A, Program Studi Sistem Informasi STMIK Widya Cipta Dharma Samarinda telah melaksanakan Sosialisasi atau Pengarahan yang bertujuan untuk mengarahkan Mahasiswa yang sedang dalam tahap proses pengerjaan Tugas Akhir.

Hadir dalam acara Sosialisasi ini kurang lebih sekitar 100 mahasiswa dari angkatan 2010 sampai dengan angkatan 2016, mereka dengan serius menyimak pemaparan dan pengarahan dari Ketua Program Studi Sistem Informasi, ibu Dr. Heny Pratiwi, S.Kom., M.Pd, M.TI yang dimoderatori oleh Sekretaris Prodi yaitu ibu Sefty Wijayanti, M.Kom

Banyak hal yang dibahas dalam sosialisasi ini, mulai dari penjelasan tentang Kuliah Kerja Praktek (KKP) dan Penulisan Ilmiah (PI), dimana Mahasiswa yang akan melaksanakan KKP atau PI minimal harus berada di semester 6 dan  memenuhi syarat SKS yang ditempuh yaitu sekitar 100 SKS. Ketua Program Studi SI juga menjelaskan hal-hal yang terpenting di antara KKP dan PI ini karena ada perbedaan diantara keduanya mulai dari pelaksanaan penelitian di lapangan sampai dengan pembuatan laporan.

Demikian pula pengarahan tentang Skripsi, dijelaskan kebutuhan tahap awal sebelum memulai mengerjakan skripsi sampai dengan tahap akhir pengurusan berkas-berkas sebelum pelaksanaan wisuda. Mahasiswa yang akan mengambil tugas akhir Skripsi harus memenuhi syarat SKS yang ditempuh sekitar 138 SKS, total SKS dengan Skripsi adalah 144 SKS.

Selain itu, tak kalah pentingnya, Mahasiswa juga diajarkan beberapa Etika yang penting dalam proses perkuliahan dan tugas akhir diantaranya etika sms dan telepon, etika sebelum/setelah ujian, etika bertamu ke dosen, etika revisi ujian. Kaprodi SI menganggap hal ini penting untuk diketahui mahasiswa karena mahasiswa selain cerdas dalam bidang akademik juga harus cerdas berperilaku. Terakhir Kaprodi SI menyampaikan dan mengingatkan jadwal akademik yang harus diperhatikan dan diikuti oleh para mahasiswa

Pengarahan yang berlangsung sekira 1 jam ini ditutup dengan pemberian motivasi dan tanya jawab. Dengan adanya sosialisasi ini pula diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya. (/MIS)

 

Mengapa Pilih Program Studi Sistem Informasi STMIK WiCiDa?!

Berikut dijelaskan tentang Program Studi Sistem Informasi baik itu dari segi Kemampuan Lulusan, Kurikulum,  Cakupan Ilmu, Cakupan Bidang, dan Tujuan sebagai berikut:

Kemampuan:  Mendesain, mengembangkan, dan menerapkan sistem informasi ke dalam sebuah organisasi.

Kurikulum: Memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan, agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam persaingan.

Cakupan Ilmu: Mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan informasi di organisasi dapat terpenuhi.

Menekankan pada “informasi” sebagai sebuah sumber daya penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitan untuk mencapai visi dan misi organisasi.

Mempelajari aspek penting bagaimana “informasi” diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku kepentingan dalam organisasi

Cakupan Bidang: Mencakup pondasi bidang bisnis, meliputi manajeman bisnis, prinsip-prinsip manajemen, sistem informasi, sistem informasi akuntansi dan keuangan, sistem-sistem perusahaan, arsitektur, dan pemrograman aplikasi perusahaan.

Tujuan: Dirancang untuk memenuhi kebutuhan terhadap tenaga-tenaga muda yang terampil dan profesional, terutama terkait dengan pengembangan, pemnafaataan, dan pengelolaan Sistem Informasi dalam suatu organisasi.

Mengapa Memilih Program Studi Sistem Informasi?!

Kurikulum Program Studi Sistem Informasi bersifat khas karena berbasis 3 (tiga) bidang yaitu Ilmu Komputer, Ekonomi Manajemen, dan Bisnis. Fokusnya tetap di bidang software (programming), tapi lebih ke arah penerapan bisnis perusahaan.

Lebih rincinya merupakan gabungan antara teknologi informasi, ilmu komputer, dan ilmu manajemen industri bisnis.

Untuk memberikan kompetensi di bidang komputer, mahasiswa dibekali dengan kemampuan: Pemrograman (misal: Visual, Web, Java, dan sebagainya), Basis Data, Basis Data Lanjut, Algoritma dan Pemrograman, Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Praktikum Aplikasi Perangkat Lunak, Pengelolaan Instalasi komputer, Sistem Pengarsipan dan Akses, Sistem Operasi, Keamanan Komputer.

Kemampuan Manajemen: melalui kuliah Sistem Informasi Manajemen, Pengantar Manajemen Umum, Sistem Perbankan.

Sedangkan Pengetahuan Tentang Bisnis dikembangkan melalui mata kuliah mengenai berbagai proses bisnis yang umum dalam organisasi seperti: Pengelolaan Proyek Sistem Informasi, Analisis Kinerja Sistem, Pengolahan Data Terdistribusi, Pengembangan Sistem Informasi, Dasar Audit Sistem Informasi, dan Kewirausahaan.

dapat disimpulkan, Sistem Informasi mempelajari tentang Manajemen TI

Sumber: http://henypratiwi.wicida.ac.id/

165.831 Calon Mahasiswa LULUS untuk 85 PTN Pada SBMPTN 2018

Konferensi Pers Pengumuman Hasil Penetapan SBMPTN 2018 https://www.ristekdikti.go.id/165-831-siswa-lolos-sbmptn-2018-di-85-ptn-2/

SELAMAT diucapkan kepada 165.831 calon mahasiswa yang LULUS untuk 85 PTN pada  jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 860.001 peserta pendaftar yang telah mengikuti Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC), maupun Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang digelar secara nasional pada 8 Mei 2018 dan ujian keterampilan pada 11 Mei 2018.

Bagi yang belum diterima masih ada kesempatan untuk menempuh jalur berikutnya melalui jalur mandiri dan masuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang saat ini kualitasnya semakin meningkat dengan fasilitas yang semakin baik. Tercatat ada empat ribu lebih PTS yang dapat dilihat pada laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi atau PDPT.

Tahun 2018 ini mengalami peningkatan peserta sebanyak 8 persen, dari jumlah 797.217 peserta yang diterima tahun lalu Hal ini disebabkan penambahan peserta dari PTN dan adanya program studi baru. Ada 85 PTN yang masuk dalam pilihan SBMTPN 2018  terdiri dari 74 PTN dari Kemenristek Dikti dan 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dibawah Kemenag.

Peserta kelompok Non-Bidikmisi diterima sebanyak 122.558 peserta, dan peserta berpotensi menjadi penerima Bidikmisi diterima sebanyak 43.273 peserta. Kemudian, berdasarkan jenis ujian yang diikuti, peserta Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) diterima sebanyak 160.778 peserta, peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) diterima sebanyak 5.053 peserta. Berikutnya kelompok ujian yaitu, kelompok Saintek diterima sebanyak 68.333 peserta, kelompok Soshum diterima sebanyak 64.882 peserta, dan kelompok Campuran diterima sebanyak 32.616 peserta. Panitia SBMPTN juga menetapkan, 45 peserta (16,9%) diterima dari sebanyak 267 pendaftar yang berkebutuhan khusus terdiri untuk tunanetra 16 orang, tunarungu 10 orang, tunadaksa 13 orang dan 6 peserta berkebutuhan khusus lebih dari satu jenis.

Untuk mengetahui hasil seleksi dapat dilihat pada laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id hari Selasa 3 Juli 2018 mulai pukul 15.00 WIB atau selambat-lambatnya pukul 17.00 WIB. Pada laman tersebut peserta diminta memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir. Peserta yang lulus diharapkan segera melakukan pendaftaran ulang pada masing-masing PTN sesuai jadwal.

Pada SBMPTN kali ini diterapkan teknologi informasi dengan menggunakan sistem Android dalam pelaksanaan ujian. Penggunaannya saat ini dinilai sudah cukup baik hanya masih perlu dievaluasi dengan melakukan beberapa perbaikan.

Sepuluh PTN dengan jumlah peserta diterima terbanyak pada SBMPTN 2018 yaitu, (1) Universitas Tadulako (5.622); (2) Universitas Brawaijaya (4.838); (3) Universitas Padjadjaran (4.556); (4) Universitas Nusa Cendana (4.190); (5) Universitas Indonesia (3.809); (6) Universitas Haluoleo (3.804); (7) Universitas Negeri Gorontalo (3.761); (8) Universitas Negeri Padang (3.583); (9) Universitas Diponegoro (3.569); dan (10) Universitas Jember (3.503).

Untuk Saintek yang paling banyak diminati Ilmu Kedokteran, Farmasi, Teknik Informatika. Sedangkan untuk Soshum yang paling banyak diminati yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Komunikasi. Sementara untuk prodi baru yaitu Aktuaria dan Ilmu Komputer yang sesuai dengan tuntutan perkembangan terakhir atau era revolusi industri 4.0.

Hal ini tentu menunjukkan bahwa Prodi Informatika mengalami peningkatan Peminat di setiap tahunnya, demikian pula dengan lulusannya yang terserap di dunia kerja karena hampir semua bidang usaha terkait dengan teknologi informasi. Bahkan dengan teknologi informasi juga dapat berwirausaha dan membuka lapangan kerja sendiri.

Program Studi Sistem Informasi yang ada pada STMIK Widya Cipta Dharma hadir untuk menghasilkan generasi unggul dengan kemampuan IT beserta proses manajemen bisnis yang ada di perusahaan. Prodi SI juga terus mendorong mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sehingga dapat mencetak wirausahawan muda dengan beragam kreasi dan inovasi untuk membuat smart technology yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

sumber: https://www.ristekdikti.go.id/165-831-siswa-lolos-sbmptn-2018-di-85-ptn-2/
dan beberapa catatan dari Kaprodi SI

Alhamdulillah, Kaprodi SI dan Dosen WiCiDa Lulus Seleksi Calon Asesor BAN S/M 2018

Jumat, 29 Juni 2018, BAN S/M melalui laman resminya  http://bansm.kemdikbud.go.id telah mengumumkan hasil seleksi Calon Asesor Akreditasi Sekolah Madrasah Tahun 2018 setelah dilakukan seleksi sebelumnya (baca disini ).

BAN S/M telah melaksanakan seleksi calon Asesor untuk 20 Provinsi yaitu

Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Lampung, Maluku Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Maluku, Bangka Belitung, Papua, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah.

Untuk Provinsi Kalimantan Timur sendiri telah meluluskan dan menetapkan Calon Asesor Tahun 2018 sebanyak 24 Orang. Alhamdulillah, dari STMIK Widya Cipta Dharma telah lulus dua (2) orang yaitu ibu Hj. Ekawati Yulsilviana, SP., MM dan ibu Dr. Heny Pratiwi, S.Kom., M.Pd., M.TI (Kaprodi SI).

Kebutuhan terhadap asesor sekolah/madrasah yang memiliki kompetensi dan integritas sejalan dengan kebijakan baru BAN-S/M yang akan mengubah pendekatan akreditasi dari compliance (pemenuhan administrasi) ke performance (penguatan mutu). Hal ini sejalan dengan komitmen STMIK Widya Cipta Dharma dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan di Kalimantan Timur.