APTIKOM Tingkatkan Jejak Digital Melalui Pelatihan Jurnalistik Nasional Online

Pelatihan Jurnalistik Online APTIKOM (16/05)

Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer atau yang lebih dikenal dengan APTIKOM semakin mengukuhkan eksistensinya untuk menjadi Asosiasi yang bergerak cepat dan tanggap dalam kemajuan teknologi modern. Hal ini terbukti dengan diadakannya pelatihan jurnalistik nasional secara dalam jaringan (daring/online). Tak main-main lebih dari 60 peserta yang merupakan para dosen dan perwakilan dari APTIKOM daerah dari Sabang sampai Merauke masing-masing hadir dan antusias mengikuti jalannya pelatihan.

Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (16/05/202) ini menggunakan aplikasi Zoom dan streaming Youtube dengan narasumber Wartawan Senior HU Pikiran Rakyat, H. Sarnapi. Adapun Moderator pelatihan yaitu Nurul Hidayat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif APTIKOM, Solikin. Dalam presentasinya dijelaskan tujuan pelatihan agar peserta dapat menjadi wartawan internal APTIKOM, hal ini sesuai pula dengan tagline “Digital Writing is Our Life”.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta mendapatkan gambaran tentang profesi jurnalis dan sebagai bekal peserta untuk memiliki keterampilan dalam membuat berita,” katanya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan oleh Hanny Hikmayati Handayani selaku Koordinator Bagian Pengembangan IT DPP APTIKOM yang bertugas mengelola server, website dan membuat aplikasi sistem dalam periode digitalisasi APTIKOM. Dia juga bertugas melakukan monetisasi sumber daya teknologi informatika di Aptikom. Pemaparan dilanjutkan penyampaian dari Mubarik Ahmad yang bertugas di bagian Data dan Informasi di APTIKOM Pusat. Mubarik menjelaskan tentang media informasi di APTIKOM PUSAT baik itu website (MOOC) dan YouTube Channel APTIKOM TV. “Adanya keinginan pengumpulan data terpusat sehingga hal ini sejalan dengan keinginan Ketua Umum APTIKOM supaya kegiatan bisa terpusat dan makin mudah dalam proses pendokumentasian berita APTIKOM di daerah,” ujarnya.

Sedangkan Sarnapi menjelaskan setiap orang harus mulai menulis karena sekarang bahan untuk menulis itu mudah didapatkan. “Untuk bisa menulis diawali dengan keinginan untuk banyak membaca (Iqra’) sehingga semakin meningkatkan wawasan. Demikian pula dengan ide dan tema harus dibiarkan secara mengalir,” ujarnya.
Tak lupa Sarnapi menambahkan tips dalam membuat berita dapat berpegang pada model 5W1H (What What, Who, Where, When, Why, dan How) dan kode etik jurnalistik. Selanjutnya, sebagai akhir dari kegiatan, peserta diminta untuk menuliskan berita tentang pelatihan jurnalistik online APTIKOM. (HPR)

Antusiasme peserta mengikuti pelatihan jurnalistik online